-
Abu Nawas dan Kucing Pinter
Raja: "Abu Nawas, kucingmu bisa apa?" Abu Nawas: "Bisa nulis, Tuanku." Raja: "Mana buktinya?" Abu: nunjuk kertas penuh cakar "Tuh, itu tulisan kucing."
-
Sumbangan Terbalik
Raja: "Semua harus menyumbang emas!" Abu Nawas datang bawa ember kosong. Raja: "Mana emasmu?" Abu: "Saya menyumbang tempatnya dulu, Tuanku."
-
Istri Kedua
Teman: "Kenapa kamu gak nikah lagi?" Abu Nawas: "Saya ingin bahagia dua kali, bukan sengsara dua kali."
-
Mengukur Angin
Raja: "Bisa ukur seberapa kencang angin hari ini?" Abu: "Bisa, Tuanku. Tadi istri saya marah, pintu tertutup sendiri."
-
Roti Terbang
Abu beli roti, jatuh ditiup angin. Abu: "Ini roti beneran ringan ya, bisa terbang."
-
Tebak-Tebakan Raja
Raja: "Apa bedanya saya dan sapi?" Abu: "Sapi gak pernah tanya itu."
-
Peti Mati Kosong
Abu Nawas bawa peti mati kosong ke pasar. Orang: "Untuk siapa itu?" Abu: "Cadangan, siapa tahu ada yang kehabisan akal."
-
Tidur di Masjid
Abu tidur di masjid. Polisi: "Masjid bukan tempat tidur!" Abu: "Saya mimpi sedang salat, Pak."
-
Bayi Bisa Bicara
Raja: "Bayi bisa bicara?" Abu: "Tentu, kalau dia nggak diam."
-
Mencuri Uang Sendiri
Abu dituduh mencuri uangnya sendiri. Abu: "Kalau saya ambil uang saya sendiri, itu bukan mencuri. Itu menabung."
11. Cacing Masuk Surga
Raja: “Abu Nawas, benarkah semua makhluk bisa masuk surga?”
Abu: “Benar, Tuanku. Bahkan cacing pun bisa!”
Raja: “Cacing?!”
Abu: “Iya, asal dia sabar nggak makan dosa.”
12. Naik Keledai Terbalik
Abu Nawas naik keledai dengan wajah menghadap ekor.
Orang bertanya: “Kenapa naiknya terbalik, Abu?”
Abu: “Saya tidak terbalik. Saya cuma menghormati masa lalu.”
13. Pintar Tapi Ngantuk
Raja: “Abu, kenapa kamu ngantuk saat saya bicara?”
Abu: “Karena otak saya terlalu pintar, dia istirahat sendiri sebelum terlalu aktif.”
14. Salat Sambil Tidur
Abu ketahuan tidur di masjid.
Imam: “Abu, kamu tidur saat salat!”
Abu: “Bukan tidur, saya sedang sujud lama biar lebih khusyuk.”
15. Bayi Pakai Parfum
Abu Nawas semprotkan parfum ke bayinya.
Istrinya: “Ngapain?”
Abu: “Biar pas nangis tetap wangi, nggak mengganggu tetangga.”
16. Burung Bisa Matematika
Raja: “Abu, burungmu bisa apa?”
Abu: “Hitung-hitungan, Tuanku!”
Raja: “Coba!”
Abu: “Tanya berapa 2 + 2.”
Burung: “Cuit, cuit, cuit, cuit.”
Abu: “Tuh, empat!”
17. Menjual Angin
Abu ke pasar bawa karung kosong.
Orang: “Jual apa, Abu?”
Abu: “Jual angin segar dari gunung. Cocok untuk yang jenuh hidupnya.”
18. Kucing Bisa Azan
Raja: “Benarkah kucingmu bisa azan?”
Abu: “Tentu. Setiap azan subuh, dia teriak duluan minta makan.”
19. Abu Nawas Jadi Juri Masak
Abu Nawas disuruh cicipi masakan raja.
Setelah makan, dia diam saja.
Raja: “Bagaimana rasanya?”
Abu: “Saya sedang menunggu efeknya, apakah saya tetap hidup atau tidak.”
20. Baju Kebesaran untuk Orang Kecil
Raja menghadiahkan baju kebesaran kepada Abu Nawas.
Raja: “Abu, pakailah baju kebesaran ini sebagai tanda kehormatan!”
Abu mencoba, lalu tenggelam di balik lipatan kain.
Abu: “Terima kasih, Tuanku. Ini bukan baju kebesaran… ini baju kebanyakan!”
Raja tertawa: “Kenapa tidak disesuaikan saja?”
Abu: “Saya kecil hati, Tuanku. Jadi baju ini cocok… mewakili perasaan saya saat dimarahi istri.”
21. Panci Bisa Nyanyi
Raja: “Abu, panci ini kenapa bolong?” Abu: “Agar suara lagu keluar lebih merdu, Tuanku. Ini panci penyanyi.”
22. Ikan Bisa Tersenyum
Abu membawa ikan ke istana.
Raja: “Kenapa kamu bawa ikan mati?”
Abu: “Bukan mati, Tuanku. Dia sedang tidur sambil senyum.”
23. Keledai Jadi Menteri
Raja: “Keledai tidak bisa jadi menteri!”
Abu: “Kenapa tidak? Banyak yang lebih keras kepala dari dia sudah jadi menteri.”
24. Minum Air dari Udara
Raja: “Abu, kau minum dari mana?”
Abu: “Dari udara, Tuanku. Saya minum embun pakai sabar.”
25. Sandal Hilang Dicuri Angin
Teman: “Sandalmu ke mana, Abu?”
Abu: “Dicuri angin, mungkin dia jalan-jalan.”
26. Menjual Bayangan
Abu buka lapak: “Jual bayangan murah!”
Orang: “Ini tipu-tipu!”
Abu: “Bukan! Cuma orang cerdas yang bisa lihat untungnya.”
27. Kepala Botak Gak Perlu Sisir
Raja: “Kenapa kamu gak sisiran?”
Abu: “Saya hemat. Kepala saya tidak membutuhkan sisir.”
28. Tukang Cukur Paling Jujur
Abu cukur satu sisi kepala orang.
Orang: “Kenapa gak rata?”
Abu: “Saya jujur, tangan kiri saya belum ahli.”
29. Nulis Surat ke Masa Depan
Raja: “Kepada siapa surat ini?”
Abu: “Untuk cucu saya yang belum lahir. Biar dia tahu saya orang keren.”
30. Ujian Masuk Surga
Abu mimpi di surga, ditanya malaikat:
“Amalmu mana?”
Abu: “Saya ngelawak biar orang gak stres, itu juga ibadah!”
31. Gigi Copot Karena Ketawa
Abu ketawa keras banget sampai gigi copot.
“Gigi saya gak kuat nahan bahagia, Tuanku!”
32. Dilarang Berpikir
Raja: “Kenapa kamu diam saja?”
Abu: “Saya takut, Tuanku. Di luar dilarang mikir bebas.”
33. Abu dan Botol Ajaib
Botol dilempar, tidak ada jin keluar.
Abu: “Jinnya WFH, Tuanku. Lagi remote working.”
34. Sembunyi dari Utang
Teman: “Kenapa kamu di sumur?”
Abu: “Ini bunker anti-penagih.”
35. Main Catur dengan Bayangan
Raja: “Kenapa main sendiri?”
Abu: “Lawan saya cerdik. Setiap langkah saya, dia ikuti terus!”
36. Matahari Jatuh Cinta
Abu bilang, “Matahari suka saya, makanya tiap pagi dia nyapa saya dulu.”
37. Beli Kentut di Pasar
Penjual: “Mau beli apa?”
Abu: “Beli suara kentut. Mau saya kirim ke musuh.”
38. Suara Paling Mahal
Raja: “Suara siapa paling mahal?”
Abu: “Suara istri saya waktu minta belanja.”
39. Surat untuk Dewa Angin
Raja: “Untuk apa surat ini?”
Abu: “Keluhan, karena topi saya selalu diterbangkan!”
40. Sandal Ajaib Abu Nawas
Abu: “Sandal saya bisa jalan sendiri, makanya saya telanjang kaki.”
41. Melamar Pekerjaan Jadi Raja
Abu: “Saya mau daftar jadi Raja cadangan, kalau Tuanku capek.”
42. Mengaku Sebagai Hantu
Orang takut lihat Abu malam-malam.
Abu: “Tenang, saya bukan Abu Nawas. Saya arwah penasaran dia.”
43. Makan Tanpa Masak
Raja: “Kenapa makan mentah?”
Abu: “Saya hemat gas dan waktu, Tuanku!”
44. Baju Tidak Kasat Mata
Abu pakai baju robek-robek.
“Ini bukan sobek, ini desain transparan.”
45. Tidur Tiga Hari Nonstop
Abu: “Saya bukan pemalas, Tuanku. Saya hanya profesional dalam istirahat.”
46. Menjual Kata-Kata
Abu buka toko: “Jual motivasi, harga terjangkau.”
Orang: “Ada diskon?”
Abu: “Kalimat pendek diskon 50%.”
47. Raja Disuruh Sekolah Lagi
Abu: “Tuanku, mungkin sekolah lagi bagus. Biar rakyat percaya kalau pintar itu penting.”
48. Kucing Jadi Pengacara
Raja: “Kucingmu jadi pengacara?”
Abu: “Iya, dia suka membela dirinya sendiri kalau dilempar sandal.”
49. Tangkap Pencuri dengan Mimpi
Abu: “Saya sudah tahu siapa pencurinya!”
Raja: “Dari mana?”
Abu: “Tadi malam saya mimpi dia ngaku!”
50. Abu Nawas Jadi Dukun Dadakan
Orang: “Apa keahlianmu, Dukun Abu?”
Abu: “Saya bisa ramal masa lalu dengan tepat!”





